Self-Love Transformatif dan Tazkiyat al-Nafs dalam Spiritualitas Islam Kontemporer

Isi Artikel Utama

Putri Reginata Prasutia
Muhammad Fery Mustika
Muhammad Parhan Mubarok
Mochamad Edwin Iskandar
Uus Putria
Devia Nurbaeti

Abstrak

Perkembangan wacana self-love menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap penerimaan diri, kesehatan mental, dan kesejahteraan psikologis. Meskipun memberikan kontribusi positif, pemaknaan self-love yang terlalu berorientasi pada kenyamanan emosional dan validasi diri berisiko melepaskannya dari tanggung jawab moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis self-love dalam diskursus spiritualitas Islam kontemporer dan merumuskan pemahamannya melalui perspektif tazkiyat al-nafs. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan data kualitatif. Sumber data meliputi Al-Qur’an, hadis, khazanah intelektual tasawuf, dan artikel ilmiah mengenai self-love, self-compassion, spiritualitas Islam, muhasabah, dan tazkiyat al-nafs. Data dianalisis secara deskriptif dan interpretatif, kemudian disintesis secara konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-love dalam perspektif Islam tidak identik dengan pemanjaan diri, melainkan berakar pada pengakuan terhadap martabat manusia, tanggung jawab untuk memelihara diri sebagai amanah dari Allah, dan komitmen untuk melakukan perbaikan diri. Tazkiyat al-nafs memberikan kerangka transformatif melalui muhasabah, mujahadah, riyadhah, dan pembentukan akhlak. Penelitian ini menawarkan konsep self-love transformatif yang mencakup lima dimensi, yaitu pengakuan terhadap martabat manusia, penerimaan diri yang bertanggung jawab, evaluasi diri, pengendalian diri, dan transendensi diri. Kebaruan penelitian ini adalah pergeseran pemaknaan self-love dari paradigma afirmatif-psikologis menuju paradigma etis-spiritual yang menempatkan cinta terhadap diri sebagai bagian dari proses penyucian jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Prasutia, P. R., Mustika, M. F., Mubarok, M. P., Iskandar, M. E., Putria, U., & Nurbaeti, D. (2026). Self-Love Transformatif dan Tazkiyat al-Nafs dalam Spiritualitas Islam Kontemporer. ISLAMICA, 10(2), 129–142. https://doi.org/10.59908/islamica.v10i2.209
Bagian
Articles

Referensi

Ahady, Abdurrahman, Syafruddin Syafruddin, and Zulbadri Zulbadri. “Perbandingan Penafsiran Al-Baiḍāwī Dan Ibnu ‘Āsyūr Terhadap QS. Asy-Syams Ayat 9-10.” Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies 2, no. 1 (June 25, 2025): 1–22. https://doi.org/10.62509/hjis.v2i1.187.

Al-Hakim, Dzaky Nabil, Hafizhah Nuri Rahma Mufidah, Hema Ismawati, and Fauzi Annur. “Integrasi Tasawuf Akhlaki Al-Ghazālī Dalam Keberlanjutan Lingkungan: Paradigma Spiritual Menghadapi Krisis Ekologi.” Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf Dan Peradaban Islam 6, no. 1 (March 24, 2026): 27–52. https://doi.org/10.58572/hkm.v6i1.191.

Amin, Muhammad. “Konsep Tazkiyat Al-Nafs Perspektif Al-Qur’an (Studi Pemikiran HAMKA Dalam Tafsir Al-Azhar).” Fathir: Jurnal Studi Islam 2, no. 2 (June 8, 2025): 167–90. https://doi.org/10.71153/fathir.v2i2.238.

Anbiya, Ahmad Zainal. “Tazkiyatun Nafs Dalam Mengembalikan Fitrah Manusia Modern.” Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam 7, no. 1 (May 22, 2023): 133–48. https://doi.org/10.29240/jbk.v7i1.5130.

Cetinkaya, Merve, and Jo Billings. “Systematic Review of the Relationship between Islamic-Sufi Spirituality and Practice and Mental Well-Being.” Mental Health, Religion & Culture 26, no. 10 (November 26, 2023): 1065–80. https://doi.org/10.1080/13674676.2023.2256265.

Cha, Jane, Anna Serlachius, James N. Kirby, and Nathan S Consedine. “What Do (and Don’t) We Know About Self-Compassion? Trends and Issues in Theory, Mechanisms, and Outcomes.” Mindfulness 14 (2023): 2657–2669. https://doi.org/10.1007/s12671-023-02222-4.

Damanik, Juan Andrian, Rofly Armadhany, Turoh Binti Hajar Pasaribu, Dwi Anggraini, and Kheni Nazwa. “Konsep Jiwa (Nafs) Dalam Al-Qur’an: Tinjauan Psikologi Islam.” Jurnal Pendidikan Kurikulum Dan Pembelajaran 1, no. 2 (October 21, 2025): 171–75. https://doi.org/10.57235/jpkp.v1i2.7299.

Dehghanizadeh, Adele, Mahmoud Azadi, Jaafar Talebian Sharif, and Nafiseh Khoshniat. “The Effectiveness of Islamic Spiritual Dignity Therapy on Self-Compassion and Self-Esteem of Single-Parent Iranian Adolescents.” Journal of Spirituality in Mental Health 26, no. 2 (April 2, 2024): 165–79. https://doi.org/10.1080/19349637.2023.2193353.

Deswita, Deswita, Zaidi Hajazi, and Kasmuri Selamat. “Tazkiyat Al-Nafs as a Solution for Reaching Humans Peace of Heart in the Modern Age.” Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan 6, no. 2 (December 13, 2022): 11. https://doi.org/10.31958/jsk.v6i2.7260.

Dwimahesi, Narulita Natasya, and Wakhid Musthofa. “The Role of Self-Compassion on Muslim Students’ Altruistic Behavior during COVID-19 Pandemic.” Jurnal Psikologi Integratif 11, no. 2 (October 30, 2023): 219. https://doi.org/10.14421/jpsi.v11i2.2803.

Hamka, Mein-Woei Suen, Yoga Achmad Ramadhan, Muhammad Yusuf, and Jui-Hsing Wang. “Spiritual Well-Being, Depression, Anxiety, and Stress in Indonesian Muslim Communities During COVID-19.” Psychology Research and Behavior Management Volume 15 (October 2022): 3013–25. https://doi.org/10.2147/PRBM.S381926.

Humaira, Hani Fadilah, and Fuad Nashori. “Aku Cinta Diriku Secara Rasional Dan Spiritual’: Tinjauan Pustaka Sistematis Tentang Self-Love Dalam Perspektif Islam Dan Barat.” Al-Qalb 17, no. 1 (2026): 38–53. https://doi.org/10.15548/alqalb.v17i1.12415.

Husna, Raras Rahcmatul, and Nurus Sa’adah. “Self-Love Dalam Perspektif Islami: Menjaga Kesehatan Mental Dan Mengoptimalkan Potensi.” Nuansa 16, no. 1 (2023): 43–49. https://doi.org/10.29300/nuansa.v16i1.4047.

M. Nur, Tya Shofarina, Cucu Surahman, Shinta Novia, Khairunnisa Khairunnisa, and Ratna Wulandari. “Self-Love Atau Selfish: Relevansi Konsep Tarbiyah Dalam QS. Al-Isra’ [17]: 24 Dengan Hubungan Anak Dan Orang Tua.” Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Quran Dan Tafsir 4, no. 2 (December 2024): 848–62. https://doi.org/10.19109/jsq.v4i2.25097.

Maktar, Amnah, Mohd Suhadi Mohamed Sidik, Fatahyah Yahya, and Amir Awang. “Self-Compassion from an Islamic Lens: Fostering Mental Well-Being.” Journal of Spirituality in Mental Health 28, no. 1 (January 2, 2026): 53–78. https://doi.org/10.1080/19349637.2025.2473048.

Mudzakir, Mudzakir. “Kemuliaan Manusia Dalam Al- Qur’an.” Jurnal Pendidikan Tambusai 7, no. 2 (2023): 8653–62. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i2.7603.

Mukhlas, Oyo Sunaryo, and Nasrudin Nasrudin. “Membangun Karakter Masyarakat Taat Hukum Perspektif Sosiologi Hukum.” Islamica Jurnal Ilmu-Ilmu Agama Islam 3, no. 2 (2016): 38–46. https://journal.stai-siliwangi.ac.id/index.php/islamica/article/view/49.

Musfichin, Musfichin. “Muhasabah Sebagai Pengembangan Psikologi Islam.” Jurnal Studia Insania 11, no. 2 (2023): 93–105. https://doi.org/10.18592/jsi.v11i2.12353.

Rohmah, Nur, Anugerah Anugerah, Endang Pujiastuti, and Aef Herosandiana. “Pelaksanaan Pelatihan Tazkiyyatunnafs Terhadap Islamic Religious Coping Mahasantri Pesma Unisa Bandung.” Jurnal Keperawatan Silampari 6, no. 2 (February 23, 2023): 1197–1204. https://doi.org/10.31539/jks.v6i2.5078.

Samsiyah, Cucu, Arsyad Sobby Kesuma, and Kiki Muhamad Hakiki. “Konsep Self-Love Dalam Perspektif Tafsir Al-Azhar.” Al-Tadabbur 11, no. 1 (2026): 137–82. https://doi.org/10.30868/at.v11i01.9995.

Subandi, M. A., Lu’luatul Chizanah, and S. Subhan. “Psychotheraputic Dimensions of an Islamic-Sufi-Based Rehabilitation Center: A Case Study.” Culture, Medicine, and Psychiatry 46, no. 2 (June 4, 2022): 582–601. https://doi.org/10.1007/s11013-021-09738-1.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama